Rumah nyaman untuk bayi anda yang baru lahir

Satu hal yang cukup penting ibu ketahui selain ciri khas dan bagaimana cara merawat bayi Anda. Ya, persiapan untuk menyambut ketika si mungil baru tiba di ‘istana’ barunya sepulang dari rumah sakit. Meski terdengar sepele, persiapan menyambut kedatangan anggota baru dalam keluarga tak boleh diabaikan. Jangan sampai ibu and ayah panik, karena ketika si kecil sampai di rumah, dia menangis terus atau merasa tidak nyaman. Ingat ibu, rumahmu adalah istanamu!

Ingin segera membawa si buah hati pulang ke rumah usai persalinan merupakan dambaan tersendiri. Betapa tidak, dengan begitu Anda dapat berbagi kebahagaian dengan sanak saudara atau tetangga sekitar.
Namun, apakah lingkungan yang nyaman untuk bayi sudah tercipta? Misal, apakah ventilasi dan pencahayaan di kamar bayi Anda sudah cukup baik? Bayi bisa rewel karena silau, loh! Pastikan cahaya lampu atau sinar matahari tidak jatuh tepat ke matanya. Usahakan juga kamar bayi mendapatkan cahaya matahari yang cukup, sehingga tidak perlu menyalakan lampu pada siang harinya.
Selama sembilan bulan bayi berada dalam rahim ibu. Jadi bukan tidak mungkin cahaya yang terlalu terang akan membuatnya tidak nyaman. Usahakan agar cahaya di ruangan remang-remang. Cahaya lampu yang redup juga membantu bayi fokus pada benda-benda dalam jangkauan pandangannya - awalnya berjarak berkisar 20 sampai 38 cm dari wajahnya. Jangan takut, lama kelamaan bayi akan belajar membedakan siang dan malam jika Anda membiasakannya tidur dengan jadwal normal. Salah satu caranya, jangan nyalakan lampu kamar bila bayi sedang menyusu atau ganti popok pada malam hari. Nyalakan saja lampu tidur yang redup.
Begitu juga dengan ventilasi udara, pastikan sirkulasi udara dapat berganti dengan baik. Namun, bila tidak memungkinkan, ibu bisa memasang AC (Air Conditioner). Sekarang ini banyak di pasaran AC yang dilengkapi dengan feature untuk mencegah infeksi virus, bakteri, jamur dan juga alergi. Sebelum siap digunakan, sebaiknya bersihkan terlebih dulu penyejuk ruangannya ya bu. Sedangkan penggunaan kipas angin tidak dianjurkan untuk bayi, karena tidak baik untuk kesehatannya. Adapun suhu kamar yang tepat untuk bayi adalah 25–29 derajat Celsius.
Selain itu, lingkungan sekitar kamar bayi usahakan jangan terlalu ramai atau berisik. Misal, rumah Anda berada didekat jalan raya, sebaiknya kamar bayi tidak yang berdekatan langsung dengan jalan.
Lingkungan yang nyaman juga berarti bebas gigitan nyamuk dan serangga. Anda bisa melakukan pengasapan di rumah beberapa hari sebelum bayi dibawa pulang ke rumah.
Namun, tidak dianjurkan menggunakan obat pembasmi serangga di kamar bayi, karena racunnya bisa menempel di barang-barang bayi. Ikatan Dokter Amerika menyarankan, sebaiknya ibu membatasi penggunaan pestisida seminimal mungkin. Jika terpapar pestisida secara terus menerus dapat menimbulkan iritasi kulit, mata, gangguan pada berbagai organ tubuh hingga menimbulkan kanker. Sebaiknya ibu gunakan cara alami dan aman mengusir nyamuk, di antaranya kasa nyamuk pada jendela kamar si kecil, sementara untuk tempat tidurnya ibu bisa memasang kelambu. Tumbuh-tumbuhan seperti lavender juga bisa menghalau nyamuk.
Tak kalah penting, siapkan kamar bayi berikut perlengkapannya. Boks/tempat tidur yang disiapkan bagi bayi sudah dalam kondisi bersih. Demi menghindari pencetus alergi (jika ayah atau ibu berbakat alergi), hindari penggunaan kasur dan bantal kapuk atau selimut berbahan bulu. Karpet atau boneka-boneka berbulu juga sebaiknya jangan ditaruh di dalam kamar bayi.

Pengaruh renovasi rumah terhadap kesehatan bayi

Dampak Negatif Renovasi Rumah

Suasana rumah akan berubah menjadi berantakan dan kotor saat melakukan renovasi yang dapat mengganggu. Maka, tidak disarankan melakukan renovasi saat ada bayi di dalam rumah. Beberapa hal yang memberi akibat buruk pada si kecil ketika melakukan perbaikan rumah antara lain:
  • Stres pada ibu atau pengasuh

    Suasana rumah yang berantakan dan kotor dapat membuat ibu atau pengasuh menjadi kurang nyaman. Bertambahnya pekerjaan mungkin dialami bunda karena harus mengawasi atau membersihkan rumah. Keadaan stres yang dialami ibu atau pengasuh dapat memengaruhi bayi. Khususnya pada ibu, karena adanya ikatan batin yang kuat, maka jika ibu mengalami stress, bayi akan mengalami ketidaknyamanan dan menjadi rewel.
  • Polusi udara di dalam rumah

    Renovasi rumah mengakibatkan udara menjadi kotor. Bau dari semen, cat, lem menimbulkan bau yang tidak sedap dan bahayanya lagi, aroma tersebut bersifat racun karena berasal dari zat-zat kimia. Tidak saja berbahaya bagi bayi, aroma ini juga tidak baik baik orang dewasa. Selain aromanya, renovasi juga menimbulkan debu yang dapat mengganggu pernapasan. Debu yang berasal dari adukan semen, tembok yang dibongkar, atau dari barang-barang yang dipindahkan. Debu juga dapat mencemari pakaian bayi yang sedang dijemur. Gangguan pernapasan, iritasi mata, mual atau sakit kepala dapat menyerang sebagai akibatnya.
  • Polusi suara dalam rumah

    Suara dari alat-alat tukang akan mengganggu kenyamanan bayi. Suara pembicaraan tukang saat bekerja, ketokan palu saat digunakan, bor, gergaji listrik, atau peralatan mesin lainnya adalah sumber dari polusi suara. Ini dapat membuat bayi merasa tidak tenang.
  • Resiko kecelakaan

    Saat merenovasi rumah, resiko bahaya kecelakaan dapat saja terjadi menimpa bayi atau pengasuh bayi. Kabel listrik yang keluar dari tempatnya, serpihan dari langit-langit, kayu-kayu di lantai, ceceran paku atau benda lainnya dapat menimbulkan resiko kecelakaan yang melukai.
  • Ruang gerak bayi yang terbatas

    Bayi mungkin hanya bisa berada di dalam kamar saat renovasi berlangsung. Bayi seolah-olah merasa terkurung di dalam kamarnya. Akibatnya, bayi dapat merasa bosan.

Sebaiknya Dilakukan Selama Renovasi

Renovasi rumah memang tidak menyenangkan dan dapat membahayakan bagi bayi. Maka, tidak dianjurkan untuk melakukan renovasi ketika ada bayi di dalam rumah, mengingat bayi yang sensitif dan masih rentan terhadap penyakit. Jika Anda tetap harus melakukan renovasi atau perbaikan rumah, hal-hal berikut sebaiknya dilakukan selama renovasi:
  • Mengungsikan bayi

    Karena dapat membahayakan dan mengganggu kenyamanan bayi, sebaiknya sewa rumah atau kamar kost sebagai tempat tinggal bayi selama renovasi berlangsung. Atau, jika memungkinkan, biarkan bayi beserta ibu atau pengasuhnya tinggal di rumah keluarga atau kerabat.
  • Bayi diasuh secara eksklusif

    Maksudnya, ibu atau pengasuh bayi tidak terlibat dalam pekerjaan renovasi rumah agar bayi tidak tercemar dalam perawatannya. Akan berakibat tidak baik, jika pengasuh ambil bagian dalam renovasi rumah lalu bersentuhan dengan bayi. Tangan pengasuh atau bagian tubuh lainnya dapat tercemar zat-zat berbahaya dari bahan bangunan.
  • Gunakan bahan bangunan yang aman

    Pilih bahan bangunan yang tidak berbahaya atau mengandung zat kimia yang bersifat racun. Misalnya, pilih cat yang aman agar tidak membahayakan bagi bayi saat renovasi telah selesai. Perhatikan kandungan zat dari bahan bangunan pada label atau kemasannya.

Sebaiknya Dilakukan Setelah Renovasi

Setelah renovasi selesai dilakukan, tidak berarti rumah menjadi aman seluruhnya bagi bayi. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan walau rumah telah selesai perbaikannya.
  • Singkirkan barang-barang yang membahayakan

    Peralatan pertukangan yang membahayakan sebaiknya disingkirkan atau disimpan dengan cermat. Paku, gunting, cat adalah contoh beberapa hal yang harus disingkirkan agar tidak menimbulkan kecelakaan yang tidak diinginkan.
  • Bersihkan perabot rumah

    Perabot atau funiture rumah yang sebelumnya dibungkus harus dibersihkan terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam rumah atau ruangan tertentu agar bebas dari debu yang dapat mengganggu saluran pernapasan bayi.
  • Ruangan dibiarkan terbuka

    Rumah yang baru selesai direnovasi sebaiknya tidak langsung ditempati dengan segera karena aroma dari bahan bangunan atau cat belum hilang benar. Maka, selama beberapa minggu biarkan ruangan terbuka agar aroma dari dalam rumah dapat tergantikan dengan udara luar.
  • Jangka waktu bagi bayi untuk menempati ruangan

    Kamar bayi yang baru dicat jangan langsung ditempati karena dapat mengganggu kesehatan bayi. Tunggu sampai 4-8 minggu sebelum ditempati dan selama jangka waktu tersebut biarkan kamar bayi tetap terbuka agar aroma cepat hilang. Sedangkan untuk lantai yang dilapisi parket, butuh waktu sekitar 8 minggu untuk aman ditiduri atau bersentuhan dengan bayi. Pastikan agar aroma lem dan coating benar-benar hilang.
Bayi yang masih sensitif dan mudah sakit sudah sepantasnya dilindungi dari hal-hal yang membahayakan yang terdapat saat melakukan renovasi rumah. Perhatikan dengan cermat dan minimalkan hal-hal yang dapat mengganggu bayi jika Anda terpaksa melakukan renovasi saat ada bayi di rumah.

Menjadikan Rumah sebagai tempat nyaman untuk bayi

  • Adalah sangat penting bagi orang tua untuk menjadikan rumah mereka sebagai rumah yang aman, memiliki lingkungan sekitar yang nyaman bagi si kecil untuk dapat bebas menjelajahinya. Apalagi jika anda memiliki anak kecil yang sangat aktif usia dibawah 3 tahun, anda mesti belajar satu atau dua hal mengenai cara membuat rumah menjadi lebih aman bagi anak-anak. Menarik kesimpulan dari pengalaman ini, berikut adalah panduan singkat yang dapat membantu Anda mewujudkan rumah yang aman dan bahagia bagi bayi Anda.
  • Keselamatan dibanding Kesehatan

    Pertama-tama, saya ingin mengatakan bahwa ada 2 jenis alasan ketika kita menjadikan rumah kita aman bagi bayi: Yang pertama adalah untuk keselamatan dan yang kedua adalah untuk kebersihan.Barang-barang tertentu di rumah Anda akan perlu untuk disembunyikan atau disingkirkan dalam upaya untuk mencegah anak Anda cedera. Hal lain yang juga menjadi alasan adalah untuk keselamatan Anda dan setiap orang lain yang menjaga bayi Anda dari tugas yang tidak ada henti-hentinya untuk mengatakan “Jangan” kepada anak-anak kita dan menarik mereka dari sesuatu hal yang berbahaya atau berulang kali mengatasi masalah yang sama.
  • Daftar Belanjaan

    Ambil pulpen dan kertas lalu persiapkan untuk menuliskan bahaya-bahaya apa saja yang dapat terjadi atau ketidaknyamanan yang dapat Anda temukan pada dua langkah setelah ini sehingga Anda dapat mengatur daftar belanja untuk barang-barang yang Anda perlukan.
  • Pemeriksaan Bahaya

    Berbaringlah di lantai dan merangkak di sekitar setiap ruangan rumah Anda yang masih berada pada jangakauan bayi Anda dan melihat dengan seksama di sekitar rumah Anda. Dari pengamatan Anda pada tempat yang lebih rendah, bahaya apa yang Anda lihat yang dapat dijangkau anak Anda?. Pertimbangkan kembali pinggiran barang yang tajam, tirai dan gorden, tangga (naik atau turun), dekorasi pada pajangan rumah Anda, laci buffet, saklar listrik Anda yang terbuka, dsb. Jika ada suatu ruang yang dapat anak Anda lalui atau bermain di ruangan tersebut, periksa juga ruangan itu. Tulislah penemuan-penemuan bahaya yang Anda temukan.
    Juga pastikan untuk benar-benar memeriksa peralatan dan perabotan yang bayi Anda dapat gunakan atau tidur di dalamnya (terutama jika barang-barang tersebut adalah bekas orang lain). Pastikan juga agar tidak ada perbedaan dan celah yang terlalu besar pada bilah-bilah tempat tidur bayi di mana kepala atau anggota tubuh lainnya dapat terjepit di antaranya dan memastikan untuk menggunakan sabuk pengaman dan tempat duduk bayi yang dikunci dengan rapat.
  • Identifikasi Ketidaknyamanan

    Selama pemeriksaan Anda, karena Anda masih berada di lantai, lihatlah barang apa yang juga dapat menjadi barang pendukung untuk membuat rumah Anda aman bagi bayi Anda sehingga Anda dapat tetap menjaga kebersihan Anda. Pertimbangkan untuk meletakkan pemutar DVD di atas lemari kaca (hal ini bukan hanya dapat berbahaya untuk bayi Anda, namun ketika Anda sedang menonton film DVD anak-anak dapat menjadi menjengkelkan ketika mereka tiba-tiba menekan tombol yang mematikan atau mengeluarkan kaset film pada pemutar DVD tersebut). Pertimbangkan untuk menempatkan pagar pembatas antara ruangan dapur dan ruang tamu atau pada lorong rumah dengan ruang tamu untuk mencegah anak Anda menaiki kursi atau membuat berbagai ketidakrapian. Pagar pembatas keamanan juga dapat mengurangi beban pekerjaan dalam rangka membuat rumah yang aman untuk bayi Anda karena jika kita menggunakan pagar pembatas dan bayi kita tidak dapat menjangkau ruangan tersebut. Saya juga merekomendasikan untuk membeli ini karena harganya yang terjangkau dan dapat mengalihkan emosi untuk mengunci diri Anda sendiri pada suatu ruangan untuk dapat mengerjakan tugas-tugas rumah seperti: melipat pakaian yang sudah dicuci sementara Anda masih dapat mengawasi bayi Anda yang berada di dalam pagar pembatas. Percayalah, adalah usaha yang sia-sia untuk mencoba melipat pakaian yang sudah dicuci dalam ruangan yang sama dengan si kecil Anda yang suka mengambil barang-barang dengan sengaja.
  • Mencari Informasi Produk yang bermanfaat

    Sebelum melakukan pembelian barang tertentu, saya menyarankan Anda untuk mencari informasi pada barang yang memenuhi minat Anda pada situs belanja seperti www.blibli.com sehingga Anda dapat membaca ulasan dari produk tersebut. Beberapa barang yang kelihatannya akan menjadi ide yang baik untuk Anda beli seringnya hanya menipu dan tidak begitu dapat bermanfaat sepenuhnya atau pada kenyataannya tidak begitu Anda perlukan. Mulailah untuk bertanya kepada orang lain yang Anda kenal secara pribadi mengenai barang-barang yang mereka sarankan.
  • Membeli Produk Dalam Upaya Penjagaan Bayi Anda Untuk Tetap Aman

    Ketika Anda telah membuat pilihan akhir dengan bantuan dari pengalaman orang lain, ini adalah waktu untuk mengambil daftar belanjaan dan pergi ke bagian “keamanan” dari toko bayi di dekat lokasi Anda.
  • Kapan Waktu yang Tepat Membeli Barang-Barang Tersebut

    Waktu terbaik untuk benar-benar membuat rumah Anda menjadi rumah yang aman bagi bayi Anda adalah sebelum bayi Anda lahir atau sebelum mereka beranjak terlalu dewasa untuk dapat mengambil barang-barang. Dengan cara ini, Anda memiliki waktu untuk mulai membiasakan diri membuka laci lemari yang terkunci atau membuka kembali saklar listrik untuk kembali digunakan pada peralatan elektronik di rumah Anda. Ini juga menyediakan cukup waktu untuk memeriksa kembali hal-hal kecil yang kebetulan tertinggal oleh Anda.
  • Tetap Waspada

    Meskipun Anda mungkin percaya bahwa Anda cukup siap untuk menjaga bayi kecil Anda untuk menjelajahi rumah Anda, pastikan Anda untuk tetap memperhatikan mereka dengan seksama. Akan ada banyak kemungkinan hal-hal yang terlewatkan atau tidak sengaja tertinggal begitu saja. Percayalah, di mana ada kerusakan, maka di situlah Anda akan menemukan si kecil Anda.

    Bagian rumah yang harus diperhatikan untuk kenyamanan bayi

     1. Kamar mandi  

     Bagian paling lembab dimana bibit penyakit dapat dengan mudah tumbuh dan berkembang      biak. Oleh karenanya, secara rutin kamar mandi harus sering dibersihkan dan dijaga kelembabannya supaya kesehatan seluruh anggota keluarga selalu terjamin. Setidaknya ada sembilan titik di kamar mandi yang berpotensi menjadi sarang penyakit, yaitu: kran air, kran wastafel, toilet, kran toilet, kran shower, lantai kamar mandi, dinding kamar mandi, bak penampung air dan gayung. 

    2. Dapur

    Dapur juga tempat bibit penyakit seringkali berkembang. Oleh karenanya, segera cuci bersih peralatan tiap kali selesai memasak, bersihkan lantai dari tumpahan dan beri pewangi ruangan.

    3. Plafon rumah

    Jangan pernah menyimpan barang di atas plafon rumah, selain sangat berbahaya bila sewaktu-waktu ambruk, plafon rumah yang kotor dapat menjadi tempat bagi tikus. Bersihkan secara berkala supaya debu, sarang laba-laba dan kotoran lainnya tidak berkumpul.

    4. Gudang

    Meskipun sebagai tempat penyimpanan, jangan biarkan gudang tidak terurus. Aturlah sedemikian rupa agar rapi, lalu letakkan barang-barang sesuai fungsinya.

    5. Ruang keluarga

    Sebagai tempat berkumpulnya seluruh anggota keluarga, ruang keluarga memiliki potensi besar sebagai tempat penularan bibit penyakit. Karena itu, tidak cukup hanya dibersihkan bagian lantainya saja, tetapi sofa, almari, gagang telepon, vas bunga, sakelar lampu, dan hal-hal kecil lainnya.

    6. Tempat sampah

    Jangan terbiasa meletakkan tempat sampah di dalam rumah, selain dapat menyebarkan penyakit bau sampah dapat membuat ruangan menjadi tidak sedap. Bersihkan sampah secara rutin, kemudian bersihkan bak sampah dengan cairan desinfektan agar kuman-kuman penyakit tidak berkembang biak.

    7. Halaman rumah

    Halaman rumah adalah bagian yang paling sering terpapar debu dan kotoran dari luar. Bersihkan setiap hari supaya debu dan kotoran lainnya tidak sampai masuk ke dalam dan mencemari ruangan.

    8. Kamar tidur

    Kamar tidur harusnya mejadi tempat paling bersih. Namun, kenyataannya kamar tidur juga berpotensi menjadi tempat berkembangnya bibit penyakit. Karena itu, ganti secara berkala sprei, sarung bantal, sarung guling, dan selimut. Kemudian bersihkan gorden, lemari pakaian serta meja rias.

    9. Parit atau selokan

    Meski berada di luar, jangan biarkan parit atau selokan tempat membuang limbah tersumbat. Selain dapat menimbulkan bau tidak sedap saluran yang tersumbat akan menjadi tempat paling ideal berkembangnya berbagai macam bibit penyakit, terutama demam berdarah.

    10. Tembok rumah

    Di musim penghujan, biasanya jamur akan mudah tumbuh, dan tembok rumah adalah bagian yang paling sering diserang. Karena itu, bersihkan dengan semprot anti jamur atau gunakan cat tembok anti jamur yang banyak dijual di toko-toko bangunan.