Orangtua bekerja maka perhatikan hal berikut jika menitipkan bayi pada orangtua

Tentu saja menitipkan anak pada Kakek dan Neneknya atau pada pengasuh ada plus dan minusnya. Ada kelebihan dan kekurangann masing-masing.  Seandainya menitipkan buah hati pada kakek dan neneknya menjadi pilihan, maka perhatikan 9 hal ini

1. Sebaiknya, awali dengan rasa sungkan walau Kakek dan Neneknya adalah Orang tua Kita

Sebaiknya, awali dengan rasa sungkan. Meski menitipkan anak pada orangtua sendiri, bukan berarti bisa seenaknya.Kita sudah jadi orang tua juga, anak adalah tanggung jawab kita sepenuhnya, bukan orang lain meski itu kakek dan neneknya sendiri.

2. Perhatikan Kegiatan dan Kondisi Kakek dan Nenek Apakah Mereka punya Kesibukan, Bagaimana Kondisi Fisik Keduanya

Perhatikan dan pahami kelonggaran waktu Kakek dan nenek dari buah hati kita. Apakah Kakek dan nenek punya kesibukan lain seperti pengajian, arisan atau acara lanjut usia (lansia) lainnya. Kemudian bagaimana kondisi fisik mereka, apakah masih mampu mengurus anak kecil.

3. Sebelum Menitipkan,  Sebaiknya Penuhi Semua Kebutuhan Anak Terlebih Dahulu.

Pastikan semua kebutuhan anak selama dititipkan pada kakek dan neneknya sudah tercukupi, mulai dari makanan, camilan, susu, hingga diapers. Jangan sampai ketidaksiapanmu membuat mereka harus membeli kebutuhan anak. Ini tentu saja merepotkan Kakek dan neneknya.

4 Perhatikan Usia Anak yang Akan Dititipkan. Jika sudah diatas 4 Tahun, Sebaiknya Siapkan Juga Pengasuh Pendamping.

Berapa usia anak ketika dititipkan?  Jika kurang dari 1 tahun biasanya masih bisa di-handle oleh kakek neneknya karena anak masih belum banyak aktifitas.
Namun, jika sudah 1 sampai 2 tahun ke atas, bisa dipertimbangkan lagi karena anak mulai giat beraktifitas, belajar berjalan, membuat berantakan isi ruangan dan butuh respon cepat ketika mulai belajar bicara.

5 Jika ada Perbedaan Pola Asuh? Komunikasikan dan  tentang Pola Asuh yang kita Pilih

Sampaikan kepada kakek dan nenek, tentang gaya pola asuh yang diterapkan pada anak. Jelaskan kepada mereka, bahwa anak-anak membutuhkan konsistensi perlakuan untuk membentuk tingkah lakunya. Jangan sampai ada perbedaan pola asuh yang signifikan karena bisa membuat anakmu bingung nantinya.
Jika memang tetap ada perbedaan pola asuh dengan kakek neneknya? Yasudah Terima sajala. Toh mereka juga pernah pengalaman mendidik anak.

6 Buatlah Petunjuk Hal-hal yang Sebaiknya Dilakukan dan Tidak Boleh Dilakukan Kakek dan Nenek

Setelah Mengkomunikasikan Pola Asuh, selanjutnya buatlah petunjuk hal-hal yang sebaiknya dilakukan kakek dan nenek saat menjaga dan mengasuh anakmu. Tidak ada salahnya memberikan jadwal keseharian anak dan peraturan yang tidak boleh dilanggar oleh anak. Misal, anak tidak boleh bermain sebelum membuat pekerjaan rumah.
Tapi ingat harus hati-hati mengkomunikasikannya. Bagaimanapun mereka orang tua kita, jangan sampai apa yang kita sampaikan melukai persaaanya.

7  Memberikan Kepercayaan Kepada Kakek dan Nenek, Itu Saat Membantu Mengasuh Anak Akan Membuat Mereka Tidak Terbebani

Memberikan kepercayaan kepada kakek dan nenek saat membantu mengasuh anak akan membuat mereka tidak terbebani. Ingat, biar bagaimanapun kakek dan nenek juga memiliki pengalaman saat mengasuh anak. Jadi bersikap memberikan toleransi dan kepercayaan kepada kakek dan nenek akan membuat kamu juga bisa menghindari perdebatan seputar pengasuhan anak.

8 Jangan Lupa Ucapkan Terima kasih, Mereka Telah Menjaga Buah Hati dengan Sepenuh Hati

Setelah seharian menjaga anak, tentu Kakek Nenek merasa letih. Karena itulah, jangan pernah lupa mengucapkan terima kasih. Juga bisa memberikan oleh-oleh atau bentuk perhatian tulus lainnya agar mereka merasa senang dan lebih nyaman.

9 Kasih Ibu sepanjang masa, tidak dapat membalasnya. Setidaknya Ini untuk membantu saja

Kasih sayang ibu sepanjang masa, bagai sang surya menyinari dunia. Itu penggalan lagu Kasih Ibu. Ya, kasih orang tua memang tidak akan penah kita balas.
Memberikan uang bulanan sebagai uang terima kasih tidak akan pernah bisa cukup membalas semua yang pernah mereka berikan pada kita.  Tapi setidaknya itu bentuk terima kasih dan pernahtian kita.
Akan tetapi dengan memberikan uang bulanan itu takut untuk melukai perasaan mereka. Maka coba saja dengan membelikan kebutuhan mereka, membantu biaya-biaya yg harus mereka keluarga tanpa harus memberikan uangnya langsung.

Mandi yang baik untuk kenyamanan bayi

Kita hidup di negara yang tropis untuk itu bayi perlu mandi 1-2x / hari. Bayi akan dimandikan pertama-tama pada usia kira-kira 6 jam oleh perawat di rumah sakit. Setelah itu mandikan bayi 1x/hari di awal kehidupannya, setelah beberapa minggu biasakan untuk mandi 2x/hari. Hal ini baik untuk membersihkan keringat pada bayi dan untuk menghambat tumbuhnya kuman pada kulit bayi.

Saat tali pusat belum lepas, mandikan bayi dengan air mengalir (jangan dengan merendam bayi). Gunakan air biasa/hangat, jangan gunakan air yang terlalu panas ataupun dingin. Ingat kulit bayi lebih sensitif, gunakanlah sabun dan shampoo yang diperuntukan khusus untuk bayi. Setelah mandi, keringkan bayi dan rawat tali pusat.

Tali pusat akan puput (lepas) dalam waktu 7-14 hari. Cara merawat tali pusat tidaklah sulit, saat mandi gosoklah dengan halus dengan menggunakan air atau boleh dengan menggunakan sabun bayi, kemudian keringkan dan seka dengan menggunakan alkohol 70%. Ingat, gunakan alkohol 70% untuk tali pusat hanya setelah bayi mandi. Selain itu tali pusat tidak perlu dibersihkan, tidak perlu diberikan povidone iodine (misal: Betadin®), bedak, atau minyak apapun, bahkan tidak perlu dibungkus kecuali tali pusat dalam keadaan infeksi. Bila ibu takut dan ingin dibungkus, bungkuslah dengan menggunakan kasa steril. Jangan ikat terlalu keras. Lingkarkan kasa steril pada tali pusat dibawah simpul ikatan pengikat dari rumah sakit, ikat longgar 2 kali.

Setelah tali pusat puput, bayi boleh dimandikan di tempat mandi bayi (baskom/ember bayi) dengan merendam bayi. Pertama-tama pastikan ruangan tempat bayi mandi dan ruangan setelah bayi mandi hangat. Siapkan ember mandi bayi dengan air hangat, wash lap, sabun bayi, handuk bayi, dan baju ganti untuk setelah mandi. Cara memegang bayi saat mandi adalah dari sisi kanan bayi pegang lengan kiri bayi dengan tangan kiri ibu, sehingga kepala bayi terletak di atas pergelangan tangan kiri ibu. Saat bayi sudah nyaman bayi akan meletakkan kepalanya di tangan ibu. Hati-hati jangan sampai terlepas dan kepala bayi terendam. Sabuni mulai dari kepala sampai kaki. Bersihkan pula lipatan-lipatan bayi seperti belakang telinga, leher, ketiak, selangkangan, dan lainnya. Jangan lupa bila bagian perut bayi tidak terendam, basuhlah air hangat dari ember tersebut kearah perut bayi (yang tidak terendam tadi) agar bayi tidak merasa kedinginan. Setelah selesai bungkuslah dengan handuk dan keringkan. Biasanya bayi menyukai saat-saat mandi.

Karena Indonesia memiliki kelembaban yang tinggi, setelah mandi bayi tidak perlu diberikan bedak ataupun lotion. Namun bila kulit bayi cenderung kering berikan lotion khusus bayi sehingga kulit bayi tetap terjaga kelembapannya namun pori-porinya yang kecil tidak tersumbat. Ibu harus ingat jangan memberikan bedak di daerah genital, selangkangan, atau leher atau daerah-daerah yang cenderung akan berkeringat karena campuran keringat dan bedak justru mempercepat tumbuhnya kuman.
Bila ibu ingin membalurkan minyak kayu putih atau minyak telon, perhatikan dengan seksama, bila kulit bayi tampak alergi atau teriritasi hentikan pemberian minyak tersebut. Semakin pekat konsentrasi minyak tersebut, semakin iritatif terhadap kulit bayi. Disini ibu harus melakukan observasi.

Setelah bayi BAB, bersihkan daerah sekitar anus dan bokong bayi dengan menggunakan kapas basah/tissue basah, namun jika BAB bayi terlalu banyak atau bocor ibu boleh memandikan atau mencuci bokong bayi dengan sabun bayi. Pada bayi laki-laki, jangan lupa untuk membersihkan genital bayi dengan cara menarik dengan lembut bagian kulitnya kemudian bersihkan dengan sabun. Pada bayi perempuan, bersihkan juga lipatan-lipatan genital dengan sabun untuk menghilangkan bekas-bekas urine (air kencing).